Layanan / Digital Commerce
Kanal penjualan yang terhubung dengan stok & operasional.
Punya toko online itu mudah. Yang sulit adalah membuatnya jujur: stok yang tampil benar-benar ada, pesanan yang masuk benar-benar tercatat, dan tim tidak mengetik ulang order satu per satu.
Toko online, marketplace, dan chat masing-masing punya 'versi stok' sendiri.
Stok di website tidak nyambung dengan stok gudang — overselling tinggal menunggu waktu.
Order masuk dari chat/marketplace, lalu admin menyalin manual ke catatan — lambat dan rawan salah.
Tiap kanal penjualan baru menambah beban admin, bukan cuma menambah omzet.
Harga di satu kanal sudah berubah, di kanal lain masih lama.
Overselling, pesanan diketik ulang, harga tidak konsisten — pelanggan yang merasakan akibatnya.
Kanal jualan membaca stok yang sama dengan gudang, dan pesanan mengalir otomatis ke operasional — yang tampil adalah yang ada.
Kanal penjualan membaca stok yang sama dengan gudang — yang tampil adalah yang ada.
Order mengalir otomatis ke operasional: siap dipick, dikirim, dan tertagih.
Commerce yang sehat berdiri di atas inventory yang akurat — kami kerjakan berurutan.
Dari katalog + order via WhatsApp sampai integrasi kanal — sesuai kebutuhan, bukan paket pukul rata.
Ceritakan kondisi operasional Anda — obrolan awal tidak dikenai biaya, dan kami jujur kalau ternyata Anda belum membutuhkannya.
Chat via WhatsApp ↗Kami pelajari alur kerja Anda hari ini apa adanya — termasuk kalau kesimpulannya Anda belum butuh layanan ini sekarang.
Bagian terkecil yang paling berguna dibangun lebih dulu, lalu diuji langsung di operasional nyata Anda.
Setelah live, sistem kami rawat dan kembangkan mengikuti pertumbuhan bisnis Anda.
Sebuah usaha dengan gudang yang stoknya sudah terkelola rapi ingin mulai menerima pesanan online. Alih-alih membuka toko yang berdiri sendiri, kanal penjualannya disambungkan langsung ke sistem stok: pelanggan melihat ketersediaan yang sebenarnya, dan tiap pesanan otomatis muncul sebagai tugas picking di gudang.
Urutannya penting: kami tidak menyarankan membangun kanal digital di atas stok yang masih kacau — itu hanya memindahkan kekacauan ke hadapan pelanggan. Rapikan dulu dalamnya, baru buka pintunya.
Catatan: gambaran umum berdasarkan pola yang kami temui — bukan studi kasus client tertentu.
Ceritakan lewat satu pesan WhatsApp — tanpa form, tanpa komitmen. Obrolan awal tidak dikenai biaya.
Chat via WhatsApp ↗